Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono meminta koperasi memperluas perannya dan tidak berhenti pada kegiatan simpan pinjam. Koperasi juga perlu membantu anggota meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, menaikkan produktivitas, dan menciptakan nilai tambah.
Dalam kunjungan kerja ke KSP Balo’ta di Rantepao, Toraja Utara, Minggu (30/8/2026), Ferry melihat pembinaan anggota, termasuk petani, serta pengembangan kebun kopi percontohan. Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong mendampingi kunjungan tersebut.
Menurut Ferry, akses pembiayaan harus menjadi pintu masuk bagi penguatan usaha anggota. Pembiayaan perlu disertai pembinaan agar anggota semakin produktif dan memiliki posisi tawar.
“Kita tidak boleh puas hanya membuat petani mendapatkan pinjaman,” kata menteri Ferry.
Pembiayaan, lanjutnya, perlu disertai pembinaan usaha agar anggota semakin produktif, sejahtera, dan memiliki posisi tawar. Arah tersebut sejalan dengan prinsip kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong yang menjadi dasar pengembangan koperasi.
Di Toraja Utara, pembangunan fisik 19 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah rampung. Empat unit lainnya masih dalam tahap konstruksi, dengan progres antara 60 hingga 90 persen, dari target 151 KDKMP.
“Kami pemerintah daerah harus betul-betul mengawal,” tegas Bupati.
Secara keseluruhan, Bupati menyebut terdapat sekitar 49 unit koperasi aktif di Toraja Utara.
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, lanjut Frederik, akan mendukung penguatan koperasi agar dikelola secara sehat, profesional, dan transparan serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga melaporkan aset koperasi tersebut mencapai Rp1,9 triliun per Juli 2026 atau meningkat 609 persen dibandingkan 2014. KSP Balo’ta juga dilibatkan pemerintah daerah dalam pembinaan sekitar 200 pengurus KDKMP.
Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi juga telah memberikan dukungan pembiayaan modal kerja kepada KSP Balo’ta.
Ferry meminta pembinaan petani dan pengembangan kebun kopi percontohan terus diperkuat. Dengan demikian, pembiayaan yang disalurkan koperasi dapat terhubung dengan peningkatan produktivitas, pengembangan usaha, akses pasar, dan posisi tawar anggota.
Diskominfo-SP - 2026















