Komp. Perkantoran Marante, Jl. Poros Rantepao – Palopo KM.4, Lembang Tondon Kecamatan Tondon info@torajautarakab.go.id 085175359919

Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong meminta peluang pengembangan layanan bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) di RSUD Pongtiku dikaji sebelum diputuskan. Ia ingin kebutuhan masyarakat, kesiapan tenaga dan fasilitas, serta biaya penyelenggaraannya dihitung terlebih dahulu.

“Kita harus seimbang antara fasilitas dan sumber daya manusianya. Jangan sampai kita memiliki peralatan yang canggih, tetapi tidak memiliki tenaga yang mampu mengoperasikan dan merawatnya,” ujar Frederik dalam sosialisasi peluang pengembangan layanan IVF di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara, Selasa (22/9/2026).

 

Ketersediaan layanan IVF umumnya masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Jika nantinya tersedia di RSUD Pongtiku, pasangan di Toraja Utara yang membutuhkannya akan memiliki pilihan pelayanan yang lebih dekat.

 

“Kalau ini bisa kita kembangkan di Toraja Utara, tentu masyarakat tidak perlu selalu keluar daerah untuk mendapatkan pelayanan. Tetapi semuanya harus kita persiapkan dengan baik, termasuk tenaga, fasilitas, dan pengelolaannya,” katanya.

 

PT Sindunata Globalindo Utama, perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi dan pengembangan layanan kesehatan, memaparkan peluang kerja sama tersebut melalui pendiri sekaligus komisarisnya, Rina L. Sindunata. Ia memperkenalkan IVF sebagai salah satu layanan yang berpeluang dikembangkan bersama mitra perusahaan.

 

Rina menjelaskan bahwa penyelenggaraan IVF memerlukan pemeriksaan dan tahapan medis bagi pasangan yang menjalani program. Dari sisi fasilitas, pengembangannya membutuhkan tenaga medis, laboratorium, sarana pendukung, prosedur operasional, dan pembiayaan yang berkelanjutan.

 

Paparan itu membuka kemungkinan RSUD Pongtiku memperluas pilihan layanannya ke bidang fertilitas. Namun, manfaat bagi warga yang disebut Bupati masih bergantung pada hasil kajian kebutuhan masyarakat dan kemampuan rumah sakit menyelenggarakan layanan tersebut.

 

Frederik meminta pihak terkait merinci tenaga dan sarana yang diperlukan berikut perkiraan biayanya. Pemerintah daerah akan menggunakan perhitungan tersebut untuk melihat mekanisme penganggaran yang memungkinkan.

 

Selain itu, pihak rumah sakit diminta mempertimbangkan ketersediaan dukungan pihak yang memiliki keahlian mekanikal, elektrikal, dan instrumentasi medis apabila pengembangan layanan membutuhkan peralatan berteknologi tinggi. Keahlian tersebut diperlukan untuk pengoperasian dan perawatan peralatan setelah fasilitas tersedia.

 

 

Diskominfo-SP - 2026