Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi meminta sekolah memastikan tablet tambah darah (TTD) yang dibagikan kepada siswi SMP Negeri 1 Rantepao benar-benar dikonsumsi. Ia menyampaikan hal itu saat menyaksikan pemberian TTD di sekolah tersebut bersama Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, Jumat (25/9/2026).
Fatmawati menekankan perlunya pendampingan di sekolah setelah tablet dibagikan. Pelaksanaan program nasional itu, menurutnya, perlu dikawal hingga siswi meminum tablet yang mereka terima.
“Bagaimana memastikan bahwa pil penambah darah ini masuk benar-benar ke mulut anak kita dan ditelan dengan baik-baik,” kata Fatmawati.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Selatan, Fatmawati mengaitkan kesehatan remaja putri dengan pencegahan stunting sejak dini. Ia menempatkan masa remaja dalam rangkaian perhatian kesehatan yang berlanjut ke masa persiapan menjadi orang tua, kehamilan, hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Bagi remaja putri, kebutuhan zat besi meningkat selama masa pertumbuhan, sementara menstruasi menyebabkan sebagian zat besi hilang setiap bulan. Pencegahan anemia sejak usia sekolah berkaitan dengan kesehatan mereka sebelum kelak memasuki masa kehamilan, bagian dari pencegahan stunting yang disorot Fatmawati. Berdasarkan data skrining Kementerian Kesehatan sepanjang 2025, sebanyak 9,8 persen siswi kelas VII yang diperiksa di Sulawesi Selatan mengalami anemia.
Diskominfo-SP - 2026















