Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong meminta uji coba sistem pengangkutan yang mendukung pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Arahan tersebut menghubungkan kebiasaan memilah di rumah dengan kesiapan layanan pengangkutan dan pengolahan sampah.
Permintaan itu disampaikan dalam rapat persiapan Penilaian Adipura 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, Rabu (14/10/2026). Frederik meminta pemilahan dibangun secara bertahap, disertai pengangkutan yang teratur dan pengawasan yang konsisten.
Dalam arahannya, Bupati meminta jajaran terkait memperkuat penerapan kebijakan kebersihan di lingkungan masing-masing.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan imbauan. Harus ada ketegasan dan konsistensi dalam menegakkan aturan. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dari rumah, lingkungan kerja, hingga lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Pembagian tanggung jawab juga mendapat perhatian. Pekerjaan menjaga kebersihan mencakup perangkat daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan dan lembang, sekolah, fasilitas kesehatan, pelaku usaha, serta masyarakat.
“Kalau perlu, semua perangkat daerah harus menjadi bagian dari Dinas Lingkungan Hidup dalam hal menjaga kebersihan. Kita harus bekerja bersama-sama. Jangan hanya membersihkan lingkungan ketika ada kegiatan atau penilaian, tetapi jadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Bupati meminta pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, dan kepala lembang memberi contoh di tempat tinggal serta lingkungan kerja. Perhatian diarahkan pada kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menjaga drainase, dan merawat fasilitas umum.
Dari sisi sarana, perangkat daerah terkait diminta mengidentifikasi kebutuhan pembenahan armada pengangkut, tempat pengolahan sampah terpadu, serta fasilitas pemilahan dan pengolahan. Kebutuhan tersebut harus diselaraskan dengan indikator penilaian dan target kinerja yang ditetapkan.
Pasar dan terminal masuk dalam perhatian karena tingginya aktivitas masyarakat dan potensi timbulan sampah. Kebersihan kawasan, ketertiban, serta ketersediaan tempat sampah perlu ditangani secara rutin. Perhatian serupa diberikan kepada sekolah, rumah sakit, dan kawasan permukiman.
Kondisi toilet juga diminta masuk dalam pemeriksaan fasilitas umum dan perkantoran. Bupati mengingatkan agar toilet dijaga kebersihannya, dirawat, dan dipastikan berfungsi dengan baik.
Untuk mendukung evaluasi, seluruh perangkat daerah diminta melengkapi dokumentasi dan laporan kegiatan pengelolaan lingkungan. Bukti pelaksanaan diperlukan agar pekerjaan yang sudah dilakukan dapat diperiksa dalam proses penilaian.
Dinas Lingkungan Hidup juga diminta berkoordinasi dan berkonsultasi dengan daerah yang telah meraih Adipura. Dalam sambutannya, Frederik menyebut Palopo dan Balikpapan sebagai rujukan untuk mempelajari pengelolaan kebersihan serta konsistensi pelaksanaan kebijakan.
Meski rapat membahas kesiapan menghadapi penilaian, Bupati menempatkan perbaikan lingkungan dan perilaku warga sebagai hasil yang perlu dipertahankan setelah proses tersebut selesai.
“Kalaupun penghargaan itu belum kita dapatkan, paling tidak kita sudah memperbaiki perilaku dan kebiasaan hidup bersih. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempersiapkan lingkungan, membangun budaya bersih, dan melaksanakan seluruh program secara konsisten,” ungkapnya.
Diskominfo-SP - 2026
















