Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | www.torajautarakab.go.id

Kesu' || Target penurunan prevalensi stunting nasional dari 24,1% di tahun 2020 menjadi 21,1% pada tahun 2021 mendatang disikapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dengan mengimplementasikan konvergensi percepatan penurunan stunting lintas sektoral dan program melalui 8 aksi. Delapan aksi tersebut dilakukan dalam bentuk intervensi gizi spesifik dan intevensi gizi sensitif terintegrasi dengan sasaran kelompok masyarakat (1000 Hari Pertama Kelahiran) yang potensial rawan terjadinya stunting atau dikenal juga dengan kondisi gagal tumbuh/tumbuh pendek di lokasi - lokasi prioritas. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemkab Toraja Utara telah menetapkan 15 perangkat daerah yang secara kolaboratif dan terpadu akan melakukan intervensi percepatan penurunan stunting di 15 Lembang/Kelurahan yang terpilih menjadi lokasi fokus melalui program inovasi sesuai sektor kewenangannya masing-masing.

Untuk menyelaraskan sekaligus mengevaluasi program dan kegiatan intervensi yang telah dilakukan oleh semua sektor terkait, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor terkait konvergensi percepatan dan penurunan stunting di Kabupaten Toraja Utara yang berlangsung di Hotel Misiliana, Kesu', Kamis, 6 Agustus 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, Elizabeth R. Zakaria, S.K.M., dalam laporannnya di awal acara mengatakan bahwa anggaran yang digunakan dalam program konvergensi percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Toraja Utara bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020.

Agar output dan outcome DAK tersebut berdampak efektif pada target capaian penurunan prevalensi stunting di Toraja Utara perlu dilakukan sinkronisasi, monitoring dan evaluasi terhadap progres intervensi yang telah dan akan dilakukan di setiap sektor. Hal tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakannya pertemuan lintas sektoral ini.       

"maksud dan tujuan diadakan kegiatan adalah untuk memaksimalkan dan menyatukan tujuan dan inovasi dari setiap OPD agar bekerjasama untuk satu tujuan, percepatan pencegahan stunting dengan sumber dana dari dana alokasi khusus," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah, Drs. Rede Roni Bare, M.Pd yang membuka kegiatan ini dalam arahannya menyampaikan, dengan melihat data terakhir angka kasus gagal tumbuh di Kabupaten Toraja Utara yang relative masing tinggi, penurunan dan pencegahannya menjadi tantangan yang harus dijawab bersama-sama melalui komitmen yang kuat dan keterpaduan serta kerjasama yang baik dari semua lini sektor terkait.

"berdasarkan hasil perhitungan dan data pada Februari 2020 maka jumlah balita stunting di Toraja Utara 3648 balita, sementara jumlah balita pada 15 desa lokus 1817 balita, jumlah kasus 899 dengan prevalensi 48,75, " ungkap Sekda.

Pelibatan 15 perangkat daerah dalam upaya pengentasan stunting di Toraja Utara didasarkan pada strategi nasional percepatan pengentasan stunting 2018 - 2024 yang fokus menekankan pada integrasi intervensi lintas sektor di setiap lokus sebagai syarat keberhasilan seluruh aksi percepatan dan pencegahan stunting.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Team Leader Aksi Bangda Regional 5, Makassar, Sulawesi Selatan, Sam Patoro Larobu yang turut hadir sebagai narasumber. 

Sam Patoro menjelaskan langkah - langkah yang perlu dilakukan dan ditekankan oleh pemerintah daerah untuk memastikan aksi intervensi lintas sektor dan lintas program di daerah berjalan secara terpadu dan terarah sesuai dengan kebijakan strategi nasional percepatan pencegahan stunting. 

"Diharapkan ada MoU dengan dinas - dinas terkait yang wajib untuk dilaksanakan, pentingnya tim koordinasi, posko penanganan stunting, penganggaran dan yang memfasilitasi untuk pertemuan serta pengaruh regulasi bagi dana desa," paparnya.

Selain itu ia juga memaparkan pentingnya pemerintah daerah dalam hal ini pimpinan daerah bersama para eksekutor di semua sektor yang terkait program konvergensi untuk memahami dengan baik esensi strategi nasional pencegahan dan penurunan angka stunting sehingga dapat implementasinya tetap singkron dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

Strategi nasional dalam upaya pencegahan stunting terdiri dari 5 pilar, yaitu: 1) Komitmen dan visi pimpinan tertinggi negara; 2) Kampanye nasional yang berfokus pada pemahaman, perubahan perilaku, komitmen dan politik akuntabilitas; 3) Konvergensi, koordinasi dan konsolidasi program nasional, daerah dan masyarakat; 4) Mendorong kebijakan Nutritional Food Security; dan 5) Pemantauan dan evaluasi.

Pertemuan ini dihadiri Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Toraja Utara, Pretty Lamban Gasong, M.Th., M. Adm.SDA.  Para Kepala OPD terkait, Staf Khusus Bupati Aloysius Lande, Tim Koordinasi percepatan penurunan stunting, Camat dan Kepala Puskesmas di 15 lokasi lokus intervensi pencegahan stunting.

Tim Reporter: Julina Rande; Sendri Sudi
 
 
LPDI - Komunikasi Publik   

PEMKAB. TORAJA UTARA

Alamat:
Jl. Ratulangi, No. 72 Singki', Rantepao, Kabupaten Toraja Utara,
Sulawesi Selatan - 91831
Fax: (0423) 2920970

Telepon Penting

Dinas Pemadam Kebakaran Toraja Utara
(0423) 2920701
Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21258
No Telepon PLN Rantepao, Toraja Utara
(0423) 21410

Statistik Website

Hari ini 50

Kemarin 371

Minggu ini 2843

Bulan ini 8809

Total 294106